Barakallahu fii umrik Abangku. Doa selalu melangit untukmu, untuk kebaikanmu, kebaikan keluarga kita, dan keberkahan dalam hidup di dunia dan di akhirat.
Semoga Allah melindungi Abang dan keluarga kita selalu, di dunia dan akhirat. Aamiin :)
Akhirnyaa, kembali menulis lagi untuk mengabadikan momen-momen penting, yang tidak cukup jika hanya diingat memori otak yang sudah makin terbatas ini :” Alhamdulillah, alhamdulillah, masyaallah tabarakallah. Allah mempercayakan saya dan suami serta anak pertama kami, untuk menerima titipannya, anggota keluarga baru kami, yaitu anak kedua sekaligus adik pertama Althaf. Kisah kelahirannya ingin saya tuliskan di sini (mohon maap tulisannya super panjang wkwk). Suatu hari di bulan November 2021, saya terlambat haid dan iseng tes dengan test pack, karena kebetulan di rumah memang ada banyak stok test pack sisa dari kehamilan Althaf dulu. Saya tak berekspektasi apa-apa, meskipun ada sedikit rasa degdegan dalam hati. Dan ternyata, 2 garis samar muncul di test pack yang saya pegang. DEG! Sungguh tak diduga ternyata Allah memberikan amanah kedua secepat ini, berselang 1 tahun setelah dilahirkannya Althaf. Setelah dicek ke SpOG, alhamdulillah sudah ada kantung kehamilan di dalam rahim. Yes, perj...
Thank you would just be an understatement. 2020 has been an amazing year for me and my lil family. Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat. Januari, beranjak hidup dari Aceh dan mendapatkan KTP Bogor. Februari, memulai hidup kembali di kota penuh cerita, bersama suami. Maret, masih dalam masa menanti kehamilan, memulai pekerjaan baru, menguatkan bonding dengan suami di masa WFH-WFO. April, alhamdulillah positif hamil, menjalani masa kehamilan awal, kontrol dokter. Mei, puasa pertama dengan suami (meskipun qadarullah saya tidak ikut berpuasa dengan pertimbangan kehamilan), idul fitri pertama di Bogor. Juni, menjalani masa hamil muda, alhamdulillah suami banyak WFH, jadi ada yang siaga. Juli, pertama kali merasakan tendangan anak sholeh dalam perut di usia tepat 20 minggu kehamilan, terharuuu :" Agustus, ulang tahun suami, berkunjung kembali ke Garut ketemu mamah bapak adik-adik :) September, nyatat keperluan bayi, rutin nonton printilan persiapan lahiran, pindah tempat...
MasyaAllah Tabarakallah.. Ternyata saya dan suami (M. Rizki Indra Aurum), sudah hampir 11 bulan menikah. Dari yang awalnya kami sama sekali tidak saling mengenal, kini alhamdulillah Allah takdirkan kami bersama. Mudah-mudahan hingga surga-Nya. Aamiin Yaa Rabb.. Semenjak awal masa pernikahan, kami berdua tidak pernah berniat sedikit pun menunda untuk memiliki keturunan. Kami serahkan sepenuhnya kapan Allah berkehendak memberikan kami anak-anak sebagai keturunan kami. Sekian waktu berjalan, titipan itu belum kunjung datang. Hingga akhirnya, tiba waktunya saya dan suami melihat dua garis jelas di test pack, serta kata "YES" di test pack digital. MasyaAllah.. Sungguh hati saya campur aduk kala itu. Sebelum masuk ke cerita perjalanan kehamilan yang saat tulisan ini dimulai, kehamilan saya menginjak usia 23 minggu, saya ingin menjelaskan proses yang saya dan suami jalani sebelum saya hamil. Setelah menikah, saya langsung diboyong suami ke Lhokseumawe (Lhok), Aceh, dan tinggal di s...
Komentar
Posting Komentar